Kurikulum ini mencakup manajemen strategi, hukum bisnis, hingga business pitching bersama para investor profesional.
Kalangan wirausaha perkotaan dapat mencontoh kesuksesan para alumni CBI yang berhasil menembus rantai pasok industri besar.
Baca juga:Â Menperin Resmikan Gedung BPIFK, Perkuat Daya Saing Industri Fesyen dan Kriya
Keberhasilan tersebut tercapai melalui kolaborasi kreatif pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Program pendampingan terstruktur ini memastikan setiap peserta mampu membaca dinamika pasar secara akurat sekaligus mengamankan akses permodalan dari pemodal ventura.
Sinergi antara inovasi desain dan ketajaman analisis bisnis membuka peluang emas bagi jenama lokal untuk mendominasi pasar nasional maupun internasional.
Peserta akan mendapatkan kelas dengan penyusunan kurikulum yang mempertimbangkan kebutuhan wirausaha muda.
Bahkan, metode pembelajaran berupa materi, diskusi, penugasan mandiri, dan evaluasi.
“Kami berharap program ini mampu mendukung IKM agar dapat naik kelas, memperluas pasar, serta mengembangkan bisnis yang berkelanjutan,” ucap Reni Yanita.
Ekosistem Wirausaha dan Daya Saing
Pemerintah melalui BPIFK secara konsisten menyelenggarakan Creative Talk dan workshop interaktif guna memperluas jejaring kolaborasi.
Baca juga:Â Bidik Pasar Global: Kemenperin Pacu Literasi Bisnis IKM Kriya dan Fesyen
Selain itu, mengasah kemampuan adaptasi para pelaku industri kreatif di seluruh Indonesia.
Para investor dan penanam modal institusional melihat ekosistem pembinaan ini sebagai jaminan bahwa portofolio bisnis IKM memiliki tata kelola yang transparan dan berstandar profesional.




