Baca Juga: DSLNG Pasok Gas Domestik, Dukung Ketahanan Energi Nasional
Pacuan Waktu Tiga Jam di Atas Meja Analis
Bekerja di bawah bayang-bayang kontrak dagang internasional melahirkan tekanan tersendiri. Kontrak penjualan mengunci aturan ketat: laboratorium hanya diberi tenggat waktu maksimal tiga jam setelah bersandarnya kapal tanker untuk menyerahkan Certificate of Quality (CoQ) kepada buyer.
Jika molor, taruhannya adalah kredibilitas perusahaan. Untuk mengejar ritme itu, laboratorium DSLNG mengoperasikan 10 personel bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan sistem kerja militan: back-to-back. Lima orang berjaga di garda depan, sementara lima lainnya bersiap mengambil alih fluks giliran kerja.
Setiap sampel gas dipacu melewati arsitektur pengujian yang rigid. Proses analisis memakan waktu sekitar satu jam, disusul 30 menit penelaahan kritis, dan 30 menit finalisasi dokumen.
“Total dua jam kami sudah mengeluarkan Certificate of Quality yang akan menentukan energy content dan berdampak pada faktor finansial,” kata Taufiq.
Baca Juga: Genap 61 Tahun, PGN Fokus Transformasi Energi dan Ekspansi LNG Hub
Menjaga stabilitas instrumen kromatografi dari gangguan sensitivitas komponen gas cair jelas bukan perkara gampang.
Guna menepis kecurigaan manipulasi angka oleh pembeli, laboratorium DSLNG memilih mengikatkan diri pada standar internasional ISO/IEC 17025:2017 tentang laboratorium pengujian dan kalibrasi yang diverifikasi langsung oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
“ISO ini memang bukan kewajiban, tetapi merupakan wujud komitmen Donggi Senoro LNG kepada buyer bahwa hasil uji kami reliable dan dapat dipercaya,” sahut Indah Abdullah.






