Laboratorium DSLNG mencatatkan akreditasi pertamanya pada April 2020. Setelah melewati serangkaian pengawasan ketat, KAN memperpanjang napas sertifikasi internasional ini pada 21 April 2025 dengan masa kedaluwarsa hingga 21 April 2030.
Bagi manajemen, selembar sertifikat itu adalah nyawa bisnis. “Bagi kami, akreditasi ISO 17025 sama dengan kepercayaan terhadap data laboratorium,” tambah Taufiq.
Baca Juga: Korupsi LNG Pertamina: Hakim Vonis Dua Eks Pejabat dan Nyatakan Negara Rugi USD 113 Juta
Benteng Integritas dan Tarikan Anak Lokal
Demi menjamin independensi, manajemen DSLNG menerapkan aturan pemisahan peran yang kaku. Analis yang menyuntikkan sampel, penelaah data, hingga pejabat yang menyetujui hasil uji diisolasi dalam sekat fungsional yang berbeda untuk menghindari conflict of interest.
Seluruh personel wajib meneken pakta integritas antibisikan dari luar. “Kami ingin data hasil uji yang kami verifikasi valid tanpa tekanan dari pihak mana pun,” tegas Taufiq.
Di balik ketatnya prosedur global itu, ada cerita tentang pemberdayaan lokal. Sebagian analis handal di laboratorium ini merupakan pemuda yang ditarik dari wilayah lingkar tambang dan operasional, seperti Luwu dan kawasan Sulawesi Selatan lainnya.
Berbekal ijazah minimal Diploma III Teknik, mereka dididik dari nol melalui pelatihan panjang yang melelahkan.
Baca Juga: Pertamina dan INPEX Perpanjang MoU Blok Masela, Targetkan Produksi 9,5 Juta Ton LNG
Jika suatu waktu mesin mendeteksi anomali hasil uji yang tidak sinkron, kontrak niaga telah menyiapkan bantalan hukum darurat: kalkulasi ulang wajib menggunakan formula rata-rata dari jejak historis pengiriman lima kargo terakhir.






