Sebelum terjerat kasus hukum, rekam jejak Dadan di kursi BGN memang kerap memanen sorotan publik. Kebijakannya dinilai sering memicu kontroversi, mulai dari insiden keracunan massal yang sempat terjadi di lapangan, hingga alokasi anggaran belanja yang dinilai kelewat boros dan tidak biasa.
Salah satu pernyataannya yang sempat membuat publik mengernyitkan dahi adalah saat ia mengusulkan agar ulat sagu hingga serangga dijadikan alternatif menu protein dalam program MBG. Menurut Dadan, pasokan protein anak sekolah tidak harus selalu bersumber dari komoditas konvensional seperti ayam, telur, atau daging sapi.
Baca juga:Â Istana Minta Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional Segera Konsolidasi Pasca-Perombakan
“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga (seperti) belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” cetus Dadan dalam sebuah acara partai di Jakarta, Sabtu (25/1/2025) lalu.
Beli Motor Listrik dan Sikat Semir Sepatu Rp113,9 Miliar
Tak berhenti di menu serangga, keganjilan tata kelola BGN di bawah kendali Dadan semakin menyeruak saat lembaga ini mengalokasikan anggaran jumbo sebesar Rp113,9 miliar untuk menyewa jasa Event Organizer (EO).
Di dalam bendel anggaran raksasa tersebut, Dadan meneken pembelian 21.000 unit sepeda motor listrik yang diklaim untuk operasional dengan harga Rp42 juta per unit.
“Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp42 juta, di bawah harga pasaran,” dalih Dadan saat dikonfirmasi wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026) silam.
Baca juga:Â Evaluasi Program Makan Gratis, Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional




