“Upaya ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Widiyanti.
Baca Juga: Okupansi Hotel Lebaran 2025 Lebih Rendah Dibandingkan Tahun Lalu
Penguatan Enam Poltekpar
Dalam menopang penyiapan SDM unggul, Kementerian Pariwisata terus mengoptimalkan enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) di bawah naungannya.
Selain pendidikan formal, pemerintah memperluas sertifikasi kompetensi yang mencakup pemandu wisata hingga penguatan kemampuan manajerial masyarakat lokal di destinasi wisata.
Seluruh program pelatihan tersebut kini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dengan standar yang semakin kokoh, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya mencetak pekerja, tetapi juga pemimpin perubahan di tingkat global.
Dokumen skema okupasi nasional ini rencananya akan segera tersedia dan dapat diunduh secara bebas melalui situs resmi Kementerian Pariwisata dalam waktu dekat.
Transformasi ini diharapkan mampu mendorong pariwisata Indonesia menjadi lebih berkualitas dan berdampak langsung pada ekonomi rakyat. (*)






