Tak hanya di pasar komersial, jaring pengaman sosial berupa Bantuan Pangan juga terus dikebut. Hingga akhir Mei 2026, BULOG sukses menyalurkan 47 persen bantuan dari total target 33,3 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Baca Juga:Â Stok Beras BULOG Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Komisi IV DPR Setujui Strategi SPHP
Komoditas yang mengalir ke tangan warga kurang mampu tersebut mencakup 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton minyak goreng kemasan MinyaKita.
Kabar baiknya, pemerintah juga berencana menambah dua kali alokasi penyaluran bantuan ekstra pada tahun ini agar dapur masyarakat kecil tetap bisa mengepul.
“Cadangan Pangan Pemerintah harus memberi manfaat konkret, baik untuk menjaga stabilitas di pasar maupun membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya. Karena itu, BULOG terus memperkuat koordinasi agar penyaluran berjalan dengan semestinya,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
Bantu Peternak dan Rekor Pengadaan Dalam Negeri
Radar pengawasan BULOG tidak hanya terpaku pada sektor padi. Demi menjaga keseimbangan ekosistem peternakan dari hulu ke hilir, pasokan SPHP Jagung ikut digelontorkan untuk menstabilkan harga pakan ternak.
Hingga akhir Mei, penyalurannya telah menyentuh angka 11 persen dari target 213 ribu ton demi menyelamatkan nasib para peternak mandiri.
Baca Juga:Â Jelang Idul Adha, BULOG Guyur 30 Ribu Liter Minyakita ke Pasar DKI Jakarta
Di balik masifnya penyaluran tersebut, fondasi gudang BULOG justru berada dalam kondisi yang sangat kokoh. BULOG menorehkan tinta emas dalam sejarah pengadaan dalam negeri dengan menyerap hampir 3 juta ton setara beras hasil jerih payah petani lokal, atau sekitar 74 persen dari target tahunan.




