Strategi yang diusung meliputi pengembangan produk edisi terbatas (limited edition) serta promosi wisata eksklusif berbasis digital. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan di pasar global.
“Ruang santai seperti ini sangat penting untuk menghilangkan sekat formalitas agar gagasan besar bisa lahir dari cerita-cerita kecil. Kita ingin memastikan suara dan realita dari Timur mendapatkan panggung yang jujur dan setara dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional,” tutur Irene.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar Dorong Media Digital Jadi Ruang Aman bagi Perempuan
Inovasi Anak Muda dan Dukungan Regulasi
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menambahkan bahwa kota-kota di Indonesia Timur harus mulai bertransformasi dari sekadar wilayah bersejarah menjadi pusat inovasi.
APEKSI Muda berperan aktif untuk menjemput bola dan memastikan aspirasi para pelaku kreatif diakomodasi dalam kebijakan pemerintah kota.
“Kita ingin kota-kota seperti Ternate dan Tidore bukan hanya dikenal karena sejarah rempahnya, tapi juga karena inovasi anak mudanya. Aspirasi yang terkumpul hari ini akan kami bawa ke level kebijakan di tingkat pemerintah kota agar ada dukungan infrastruktur dan regulasi yang ramah bagi pelaku kreatif lokal,” tegas Alwis.
Kementerian Ekraf menegaskan bahwa pembangunan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional harus dimulai dari daerah.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar: Perempuan Adalah Penggerak Utama Mesin Baru Ekonomi Kreatif Nasional






