URBANCITY.CO.ID – Konglomerat sekaligus pemegang saham pengendali PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Prajogo Pangestu, terpantau melakukan aksi jual saham dalam jumlah signifikan pada periode akhir Maret hingga awal April 2026.
Langkah ini diambil sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan porsi saham beredar di publik atau free float.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham Prajogo di emiten tambang ini menyusut dari semula 94,54 miliar lembar (84,09 persen) menjadi 93,77 miliar lembar saham (83,41 persen).
Rincian Transaksi Bertahap
Penurunan kepemilikan tersebut merupakan hasil dari aksi penjualan tidak langsung yang dilakukan secara bertahap sejak 30 Maret hingga 2 April 2026.
Baca Juga: Hasil RUPST BNI 2026: Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Aksi Buyback Saham Rp905 Miliar
Prajogo melepas ratusan juta lembar saham dengan harga pelaksanaan yang bervariasi di kisaran Rp1.045 hingga Rp1.150 per saham.
Rangkaian transaksi dimulai pada 30 Maret 2026, di mana Prajogo melepas dua blok saham masing-masing 100 juta lembar di harga Rp1.148.
Pada hari yang sama, ia juga melepas 102 juta saham di level Rp1.114, serta beberapa transaksi kecil lainnya di rentang harga Rp1.060 hingga Rp1.150.
Aksi berlanjut pada 31 Maret dengan total pelepasan mencapai lebih dari 200 juta saham, termasuk satu transaksi jumbo sebesar 106 juta saham di harga Rp1.118.
Baca Juga: Strategi Bahlil Lahadalia: Tambah Saham Freeport Jadi 63 Persen dan Perpanjang Kontrak Migas




