URBANCITY.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak agresif memperkuat basis investor domestik dengan menyasar kelompok usia produktif.
Langkah strategis ini ditempuh lewat akselerasi program literasi dan inklusi keuangan sektor pasar modal, menilik dominasi generasi muda yang kini mendominasi peta investasi di tanah air.
Dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa dari total 26,7 juta investor nasional per 5 Mei 2026, lebih dari separuhnya dikuasai oleh kelompok usia muda.
“Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54 persen investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan,” urai Hasan Fawzi dalam agenda Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT), Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Antisipasi Dampak Nilai Tukar Rupiah, OJK Minta Perbankan Rutin Gelar Stress Test
Lampung Tembus 9 Besar Nasional
Hasan memaparkan, Provinsi Lampung mencatat rapor positif dengan merangkul sekitar 614 ribu investor, menempatkan wilayah ini di peringkat kesembilan nasional. Kendati demikian, pencapaian tersebut menyisakan tantangan besar.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi pasar modal baru menyentuh angka 17,78 persen.




