URBANCITY.CO.ID – Arah kebijakan hilirisasi yang didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan taji.
Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year). Dari total tersebut, sektor hilirisasi menyumbang angka signifikan sebesar Rp147,5 triliun.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi transformasi ekonomi untuk menghentikan ekspor bahan mentah mulai membuahkan hasil.
Sektor hilirisasi sendiri mencatatkan pertumbuhan 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebuah indikator meningkatnya minat investor terhadap industri pengolahan di dalam negeri.
Baca Juga: Menperin Resmikan Apple Developer Institute, Apresiasi Realisasi Komitmen Investasi Apple
Direktur NEXT Indonesia Center, Christiantoko, menilai angka-angka tersebut merupakan bukti kepercayaan pasar global terhadap peta jalan ekonomi Indonesia.
“Ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ekonomi nasional sudah berada di jalur yang benar, sekaligus menunjukkan kepercayaan investor yang semakin tebal terhadap agenda transformasi ekonomi Indonesia,” ujar Christiantoko di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Dominasi Asing di Proyek Strategis
Data menunjukkan Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi dengan nilai Rp250 triliun atau 50,1 persen dari total investasi.
Menariknya, sekitar 66,7 persen dari investasi di sektor hilirisasi, atau setara Rp98,4 triliun, disuntik oleh investor global.
Baca Juga: Kemendag Terbitkan Permendag Ekspor 2026, Hapus Izin ET Timah dan Migas Demi Genjot Investasi




