URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, membidik penguatan identitas budaya Indonesia Timur sebagai aset strategis untuk menembus pasar kreatif global.
Dalam diskusi bertajuk ‘Bacarita Basudara’, Irene mengajak diaspora serta pemuda asal Ternate dan Tidore untuk mentransformasi narasi daerah menjadi nilai ekonomi melalui strategi digital yang terintegrasi.
Irene menekankan bahwa keunikan cerita dari Timur adalah modal besar bagi Indonesia untuk bersaing di level internasional tanpa harus kehilangan jati diri lokal. Namun, hal ini memerlukan kesepakatan kolektif dalam hal pencitraan merek (branding).
“Ekonomi kreatif adalah cara kita membawa cerita dari Timur ke forum global. Kita harus bergerak sebagai satu Indonesia dengan semangat gotong royong. Mari kita sepakati satu branding dan hashtag kolektif agar potensi budaya serta aset digital kita bisa ‘menyerang’ pasar dunia secara masif, tanpa harus meninggalkan rumah,” ujar Irene Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu, 26 April 2026.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar Dorong Industri Kustom Otomotif Nasional Tembus Pasar Ekspor
Dialog Setara dan Strategi Eksklusif
Acara yang diinisiasi oleh APEKSI Muda dan Timur Network Foundation ini mengusung konsep ‘Ngobrol Tanpa Panggung’. Format dialog setara ini sengaja dipilih untuk memetakan hambatan riil yang dihadapi talenta muda di daerah dalam mengembangkan ekosistem kreatif.
Wamen Ekraf berkomitmen memposisikan kementeriannya sebagai fasilitator yang akan memperkuat ekosistem di Indonesia Timur.




