URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) meluncurkan inovasi berbasis lingkungan dengan memanfaatkan limbah organik dari operasional rig pengeboran.
Uniknya, perusahaan menggandeng Generasi Z (Gen Z) asal Desa Kaplongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Timur untuk mengolah sampah sisa makanan menjadi cairan pelapis logam anti korosi berskala industri.
Inisiatif ramah lingkungan yang berakar dari Forum Drilling Innovation Award 2025 ini melibatkan 11 pemuda lokal.
Mereka dilatih untuk memproses sisa konsumsi kru rig—seperti tulang ayam, daging, dan ikan—menjadi produk cairan coating bernilai guna tinggi yang diberi nama SCFe-26.
Baca Juga: Strategi Pertamina Drilling di 2026: Capai Target Operasional Lewat Budaya Kerja Aman
Melalui tahapan ekstraksi protein menggunakan ethanol 90 persen, NaOH, dan HCl, limbah domestik tersebut berhasil disulap menjadi formula perawatan (maintenance) peralatan pemboran migas.
Demi mendukung program ini, Pertamina Drilling mendirikan mini laboratorium edukasi di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Mundu, Jawa Barat.
“Sosialisasi dan pelatihan ini menjadi sarana edukasi alternatif dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat, khususnya untuk industri migas,” ujar Assistant Manager Environment Pertamina Drilling, Maretha Dwi Villany.
Edukasi Praktis di Mini Lab untuk Pemuda Desa
Pelatihan fase awal ini bergulir pada 16-17 Mei 2026 dengan menyasar pemuda di sekitar wilayah operasional perusahaan.




