URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu percepatan transformasi digital pada sektor manufaktur nasional saat ini.
Langkah strategis tersebut bertujuan untuk melipatgandakan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri di tengah kompetisi global yang ketat.
Manajemen Kemenperin menyalurkan program pendampingan implementasi teknologi tersebut secara terintegrasi melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai adopsi teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha domestik sekarang.
Seluruh pemangku kepentingan wajib terlibat aktif dalam membangun ekosistem digital demi menyiasati perubahan lanskap bisnis dunia.
Baca juga: Genjot Industri Hijau, Kemenperin Perketat Verifikasi Emisi Karbon Sektor Manufaktur
Sinergi yang kuat akan mempercepat perluasan jaringan teknologi canggih ini ke berbagai daerah.
“Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi industri manufaktur Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.
“Untuk itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat implementasi industri 4.0 di Indonesia,” kata Menperin, dikutip Selasa (15/6).
Pendampingan Transformasi Digital 2026
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) merespons komitmen tersebut dengan menggelar Kick Off Meeting Pendampingan Transformasi Digital 2026.
Agenda multi sektor ini mengoptimalkan fungsi pilar Delivery Center yang berada di bawah naungan PIDI 4.0.




