Masuknya dua entitas bisnis tersebut menambah daftar panjang portofolio pembinaan digital milik pemerintah pusat.
Pengelola PIDI 4.0 sukses mendampingi total 15 perusahaan manufaktur dari berbagai subsektor industri sejak merintis program ini pada tahun 2023.
Baca juga:Â Bukan Cuma Jadi Pasar, Indonesia Kejar Target Kemandirian Manufaktur Otomotif
Capaian tersebut menegaskan komitmen nyata negara dalam memodernisasi pabrik-pabrik lokal.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat SDM Industri) Ronggolawe Sahuri menuntut aksi nyata dari para peserta setelah menyusun peta jalan.
Pihaknya berharap setelah proses pendampingan ini, perusahaan dapat merealisasikan pilot project transformasi digital.
Ini berangkat dari tantangan utama atau pain point yang dihadapi.
“Kami berharap implementasi ini mampu mempercepat perbaikan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara signifikan,” harapnya.
Pihak Kemenperin optimistis penguatan peran PIDI 4.0 akan mempermudah adopsi teknologi mutakhir secara merata dan efektif.
Keberhasilan program ini bakal mendongkrak performa industri nasional sekaligus menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. (*)




