URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian menggebrak sektor industri kreatif melalui penyelenggaraan Creative Business Incubator (CBI) 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memacu IKM fesyen dan kriya nasional naik kelas.
Anda menyaksikan bagaimana industri kreatif kini bertransformasi menjadi pilar gaya hidup masyarakat urban yang mengutamakan kualitas, estetika, dan nilai keberlanjutan.
Melalui Ditjen IKMA, pemerintah menghadirkan pembelajaran terstruktur dan mentorship professional.
Sehingga, dapat memperkuat fondasi bisnis para wirausaha muda di tengah dinamika pasar global.
Inisiatif strategis ini membuka peluang investasi yang menjanjikan bagi para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan rantai pasok lokal maupun internasional.
Baca juga:Â Wamen Ekraf Irene Umar Dukung Inovasi Serat Rami Aruna Creative untuk Fesyen Berkelanjutan
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, Pemerintah terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang mampu memperkuat kapasitas pelaku IKM.
“Dengan begitu, mereka dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (23/7).
Potensi Pasar dan Portofolio Sukses Alumni
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, memaparkan bahwa PDB sektor fesyen dan kriya melesat hingga Rp120,13 triliun dengan pertumbuhan mencapai 4,93 persen.
Pertumbuhan tersebut disertai angka ekspor yang masif pada awal tahun 2026.
Anda dapat melihat bukti nyata keberhasilan program ini melalui kisah sukses alumni seperti Seminyak Leather yang menembus pasar ekspor global hingga Amerika Serikat dan Eropa.




