URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian menggalang penguatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya.
Implementasi upaya tersebut melalui program inkubasi bisnis intensif guna mencetak wirausaha muda yang mandiri.
Masyarakat urban dan para pelaku gaya hidup kreatif modern kini memandang bisnis fesyen bukan sekadar tren.
Melainkan instrumen investasi bernilai tinggi yang menjanjikan profitabilitas jangka panjang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah menghadirkan Creative Business Incubator (CBI) untuk membekali para pelaku usaha.
Terutama bekal strategi manajemen, pemahaman konsumen, serta diferensiasi produk yang kuat.
Lonjakan pertumbuhan sektor ini terbukti dari peningkatan kinerja ekspor pakaian jadi dan kriya yang menembus angka miliaran dolar di pasar global.
Baca juga:Â Wamen Ekraf Irene Umar Dukung Inovasi Serat Rami Aruna Creative untuk Fesyen Berkelanjutan
“Kami terus memantau dan memastikan agar para wirausaha muda dan IKM sektor fesyen dan kriya bisa lebih berani, produktif, dan naik kelas dengan berbagai kemampuan,” ujarnya.
Menurutnya, mereka wajib memiliki kemampuan strategi bisnis yang tepat, terukur, dan terus mengevaluasinya.
“Karena itu, kami memiliki Program CBI yang diinisiasi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Ditjen IKMA yang fokus pada pengembangan sektor industri ini,” imbuhnya.
Inkubasi dan Rantai Pasok Global
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan bahwa program CBI menyajikan kurikulum komprehensif.




