Fasad dan struktur atap bangunan dipastikan mengadopsi arsitektur tradisional Bali (panyengker dan ukiran khas).
Kendati mengusung tema adat, interior setiap unit tetap dirancang fungsional dengan fasilitas komplit mulai dari kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, hingga balkon jemuran pribadi.
Baca Juga: Tembus Pasar Global, Produk Kriya IKM Binaan Kemenperin Sabet Penghargaan di Hong Kong
Fasilitas publik penunjang juga ikut disiapkan secara terintegrasi, meliputi ruang serbaguna warga, tempat ibadah, dapur komunal, area parkir, pos keamanan 24 jam, serta jalur aksesibilitas ramah penyandang disabilitas.
Pemprov Bali Gerak Cepat Lakukan Land Clearing
Guna mempercepat proses peletakan batu pertama (groundbreaking), jajaran kementerian bersama pemerintah daerah telah menuntaskan pembahasan sinkronisasi regulasi tata ruang dan pematangan aspek teknis lapangan.
“Kondisi sebelumnya di lokasi ini terdapat bangunan gedung dan Pemerintah Provinsi Bali bekerja cepat melakukan perataan atau land clearing lahan agar siap dimanfaatkan untuk pembangunan,” pungkas Sri Haryati.
Dengan kesiapan lahan yang sudah bersih dari bangunan lama, Kementerian PKP optimistis proyek rusunawa MBR Sesetan ini bisa segera bergulir guna memangkas angka ketimpangan kepemilikan rumah (backlog perumahan) di Pulau Dewata. (*)






