Otoritas pendidikan daerah menggeber penyelesaian sisa interior bangunan agar ruang kelas baru tersebut siap menyambut siswa.
Baca juga: Sinar Mas Land Kebut Township Pendidikan, Rumah Kota Wisata Cibubur Mulai Rp1 M
Langkah kilat ini penting guna menggaransi kesiapan fasilitas belajar sebelum bel tanda masuk sekolah berbunyi.
“Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027,” kata Abdul Mu’ti menjanjikan ketepatan waktu pengerjaan proyeknya.
Membagikan Proyek ke Sekolah Lewat Sistem Swakelola
Abdul Mu’ti menilai megaproyek pembenahan ruang kelas ini mengalirkan efek domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas bawah.
Kementerian sengaja mengharamkan sistem tender borongan ke kontraktor raksasa, melainkan mewajibkan penggunaan mekanisme swakelola komunal.
Melalui skema ini, panitia di masing-masing sekolah mengelola sendiri dana bantuan dari pusat dan mempekerjakan tukang bangunan serta buruh dari warga sekitar.
Siasat swakelola ini terbukti ampuh memutar roda ekonomi sirkular di pedesaan serta memotong angka pengangguran secara instan di tingkat daerah.
Baca juga: Menperin Agus Gumiwang: Pendidikan Vokasi Fondasi Utama Cetak SDM Industri Kompeten
Jutaan kepala keluarga mendapatkan penghasilan rutin bulanan untuk menyambung hidup di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu membutuhkan sekitar 1,1 juta orang pekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ucap Guru Besar UIN Jakarta itu.




