Kebijakan bedah sekolah ini memanen respons positif dari masyarakat luas, khususnya para orang tua murid yang bermukim di wilayah 3T.
Abdul Mu’ti menyaksikan sendiri luapan kegembiraan para siswa dan guru madrasah pinggiran.
Mereka selama puluhan tahun harus belajar di bawah atap bocor saat melakukan inspeksi mendadak ke daerah.
“Karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu,” tuturnya.
“Baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia,” pungkas Abdul Mu’ti meakhiri pidatonya dengan optimisme tinggi. (*)




