Sektor kesehatan (wellness), kecantikan, hingga kuliner internasional kini mulai melirik bahan-bahan alami organik.
Baca juga:Â Kementerian Ekraf Godok Aturan AI Demi Lindungi Hak Cipta dan Wajah Digital Kreator
“Jamu bukan hanya obat tradisional. Jamu adalah brand Indonesia yang memiliki potensi besar dalam industri kesehatan, kecantikan, dan kuliner global. Karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga warisan budaya ini agar tetap relevan dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan zaman,” tutur Irene menambahkan.
Kementerian Ekraf meyakini bahwa kebudayaan adalah fondasi utama untuk membangun karakter ekonomi kreatif Indonesia.
Sentuhan inovasi pada kekayaan lokal terbukti mampu melipatgandakan nilai tambah (value added) sebuah produk di mata konsumen internasional.
Mengawinkan Tradisi dan Gaya Hidup Kekinian
Guna menjembatani jurang antara tradisi dan tren masa kini, kedai jamu modern Acaraki menggelar Festival Jamu Nusantara selama dua hari, 6–7 Juni 2026.
Acara ini sengaja dikonsep sebagai ruang kolaborasi interaktif bagi para pelaku budaya, komunitas, dan industri kreatif.
Baca juga:Â Gandeng TRAC, Kementerian Ekraf Siapkan Layanan Transportasi untuk Konser dan Film
Alih-alih hanya menyajikan deretan botol jamu gendong, festival ini dikemas dengan memadukan unsur wellness, kuliner khas Nusantara, pentas seni, instalasi fesyen berbasis budaya, hingga permainan tradisional.
Aktivitas edukatif seperti Karnaval Nusantara dan Estafet Permainan Nusantara sengaja disisipkan untuk memancing partisipasi aktif dari para pengunjung remaja.




