Founder Acaraki, Jony Yuwono, menjelaskan bahwa perhelatan ini digelar untuk membuktikan kepada pasar bahwa memeluk tradisi tidak berarti harus menjadi kuno.
Ketika pakem budaya bersua dengan daya kreativitas yang liar, maka hal tersebut justru akan melahirkan ceruk bisnis baru yang menjanjikan bagi masa depan.
“Melalui Festival Jamu Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa jamu dan budaya Indonesia dapat terus berkembang mengikuti zaman. Ketika tradisi bertemu kreativitas, kekayaan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu melahirkan peluang baru bagi generasi masa kini dan masa depan,” kata Jony memungkasi penjelasannya. (*)




