Membidik Ratusan Korporasi Nakal
Ade menegaskan bahwa institusinya memasang badan untuk mengawal kebijakan strategis pemerintah dalam melindungi hak-hak ekonomi petani sekaligus menyelamatkan potensi penerimaan negara dari kebocoran struktural.
Polisi mencium adanya skema pengondisian harga sepihak yang sengaja menekan posisi tawar para petani mandiri.
Baca juga: PKS Sei Tapung Sulap Limbah Sawit Jadi Pupuk Organik dan Energi Biogas
“Satgas Pangan Polri mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk mencegah segala bentuk praktik yang merugikan masyarakat maupun negara. Kami melihat adanya fenomena pembelian TBS dengan harga yang tidak wajar di saat harga CPO dunia justru cenderung meningkat,” kata Ade memaparkan.
Jenderal bintang satu ini mengancam bakal menyeret para pelaku usaha yang terbukti melakukan manipulasi pasar ke ranah pidana demi mengembalikan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
“Kami tidak akan segan melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai koridor hukum yang berlaku. Kami berharap seluruh pihak mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” tegasnya.
Pernyataan senada ditiupkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengingatkan bahwa ada sekitar 15 Muharam juta kepala keluarga petani sawit yang wajib dilindungi dari cengkeraman tengkulak berdasi.
Baginya, jatuhnya harga beli TBS saat seluruh indikator pasar global sedang menghijau adalah bentuk pembangkangan ekonomi yang tidak masuk akal.



