Shinta menambahkan bahwa audit ini merupakan langkah penting untuk memastikan industri manufaktur di Indonesia dapat terus berkontribusi memenuhi standar keberlanjutan yang lebih tinggi.
“Melalui audit ini, kami ingin memastikan bahwa perusahaan terus melakukan upaya maksimal dalam menjaga dan meningkatkan pengelolaan lingkungan serta menjalankan prinsip keberlanjutan di seluruh operasionalnya,” ujarnya.
Baca Juga: Kemenperin Dorong Transformasi Industri Hijau Melalui AIGIS 2025
PT Nutrindo Bogarasa Flour Mills Division – Cilegon menyambut baik pelaksanaan audit ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam operasionalnya.
“Audit ini memberikan peluang kami untuk terus berinovasi dalam menerapkan praktik industri hijau yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk menjaga standar yang telah ditetapkan dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan industri hijau yang lebih berkelanjutan,” kata Alexander Pasangallo, Kepala Departemen Manufaktur PT Nutrindo Bogarasa Flour Mills Division – Cilegon.
Sebagai salah satu pelaku utama di industri pengolahan pangan, PT Nutrindo Bogarasa Flour Mills Division – Cilegon berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Sementara itu, BBSPJIHPMM Makassar akan terus berperan aktif dalam mendukung transformasi industri nasional menuju praktik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS






