Baca juga: Kemendag Jaring Pengusaha Riyadh, Targetkan Transaksi Besar di TEI dan Halal Indo 2026
Pemerintah bakal memboyong karya-karya terbaik mahasiswa tersebut untuk unjuk gigi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Perhelatan akbar pada 14–18 Oktober mendatang di ICE BSD City, Tangerang.
Panitia menyiapkan stan khusus dan ruang negosiasi (pitching) gratis agar para pengusaha pemula ini bisa langsung bertransaksi dengan ribuan pembeli asing.
Mendag Busan memamerkan keberhasilan program pendampingan serupa, seperti gerakan “UMKM BISA Ekspor”, yang sukses mencetak omset fantastis bagi para pelaku usaha pemula.
Program tersebut membukukan nilai transaksi senilai USD 134,87 juta atau melampaui Rp2 triliun sepanjang tahun 2025.
Tren positif ini terus meroket pada periode Januari–Mei 2026 dengan perolehan angka transaksi mencapai USD 193,88 juta.
Baca juga: Dolar AS Perkasa, Kemendag Koreksi Harga Patokan Ekspor Emas Awal Juni 2026
Sebagian pelaku usaha yang telah difasilitasi merupakan eksportir baru, belum pernah menembus pasar internasional.
“Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha pemula, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global,” kata Mendag.
Guna melancarkan pengapalan barang, Kemendag memaksimalkan peran 46 kantor perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara sebagai agen intelijen pasar.
Pemerintah juga mengikat kemitraan strategis dengan PT KAI, Hippindo, Aprindo, hingga platform e-commerce Shopee untuk memperkuat pemasaran produk mahasiswa.
Masuk dalam Konversi SKS Mahasiswa
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, merespons positif program ini. Ia berjanji akan memasukkan program Campuspreneur ke dalam sistem konversi SKS mahasiswa.




