Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam per 18 April, Pertamax dan Pertamax Green Tetap Stabil
Manajemen melarang operator melakukan aksi spekulasi atau penimbunan yang bisa memicu kelangkaan di tingkat pengecer.
Pihaknya menyarankan konsumen mengakses aplikasi digital MyPertamina guna memantau perkembangan harga paling gres di wilayah masing-masing.
“Kami memastikan pasokan dua jenis BBM tersebut tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” kata Roberth memaparkan kesiapan infrastruktur logistiknya.
Barikade Harga Subsidi Penahan Inflasi
Direksi perseroan mengeluarkan keputusan penyeimbang dengan mengunci tarif jual produk BBM bersubsidi jenis gasoline (Pertalite) dan gasoil (BioSolar).
Baca juga: Airlangga Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Desember 2026, Tiket Pesawat Dapat Subsidi PPN
Otoritas menjamin harga penugasan kedua komoditas energi tersebut tidak mengalami pergeseran guna melindungi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Kebijakan ini sekaligus menjadi benteng pemerintah untuk menahan laju inflasi dari sektor transportasi logistik.
Petugas SPBU di seluruh Indonesia tetap melayani pengisian Pertalite pada harga Rp10.000 per liter dan BioSolar senilai Rp6.800 per liter.
Sebagai perbandingan, berikut daftar harga retail BBM non-subsidi Pertamina yang berlaku per 10 Juni 2026:
Pertamax Series
1. RON 92: Naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.




