Ia menambahkan bahwa sinergi lintas lembaga adalah kunci agar pembangunan tidak tumpang tindih. “BNPP memastikan fokus wilayah perbatasan, sementara BPS mendukung akurasi data agar program tepat sasaran,” tambahnya.
Baca Juga: Maruarar Sirait Tinjau Bedah Rumah di Tangerang, Kuota BSPS Banten 2026 Naik Signifikan
Dukungan Lintas Sektoral
Kepala BNPP sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pembenahan perumahan di tapal batas adalah bukti nyata pergeseran paradigma pembangunan yang kini berorientasi pada kesejahteraan, bukan sekadar keamanan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PKP yang telah menunjukkan kepedulian terhadap daerah perbatasan melalui program perumahan. Ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir di wilayah perbatasan,” kata Tito.
Senada dengan Tito, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memastikan pasokan data valid untuk mendukung transparansi penyaluran bantuan.
“Kami akan mendukung program ini dengan data yang valid dan terkini agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Amalia.
Baca Juga: Kuota BSPS 2026 Naik Drastis Jadi 400 Ribu Unit, Menteri Maruarar Sirait Genjot Hunian Layak
Program pemugaran 15.000 rumah ini mencakup bentang luas geografis Indonesia, mulai dari perbatasan Malaysia di utara hingga Timor Leste di selatan, serta pulau-pulau terpencil seperti Simeulue dan Pulau Enggano.
Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh posisi kawasan perbatasan sebagai wajah depan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lebih bermartabat. (*)






