URBANCITY.CO.ID – Program OVOP. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas penetrasi ekspor komoditas kuliner tradisional ke kancah global.
Langkah strategis ini ditempuh dengan menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menggenjot kapasitas produksi dan standardisasi ekspor Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rendang di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
Kolaborasi ini mengintegrasikan program One Village One Product (OVOP) Go Global milik Kemenperin dengan Program Desa Devisa kelolaan LPEI.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan mengangkat produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal agar berdaya saing tinggi di pasar internasional.
Baca Juga: Aturan Baru Barang Gunaan: Alat Makan Keramik IKM Wajib Bersertifikat Halal
“Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah,” kata Menperin Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Revitalisasi Fasilitas untuk Bidik Pasar Ekspor dan Haji
Agus memaparkan, pemilihan Sentra IKM Rendang Payakumbuh didasarkan pada kesiapan kelembagaan, kualitas produk, dan potensi pasar ekspor yang menjanjikan.
Guna memuluskan target tersebut, pemerintah mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk revitalisasi sarana dan fasilitas produksi fisik.
“Pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pengembangan pasar ekspor yang sangat menjanjikan,” ujar Menperin.




