URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah merancang langkah antisipasi guna meredam dampak dinamika global terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.
Meski saat ini operasional pabrik diklaim relatif stabil, lonjakan harga bahan baku berbasis energi mulai membayangi struktur biaya produksi di sepanjang rantai nilai hulu hingga hilir.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pemerintah terus memantau fluktuasi harga internasional yang memicu kenaikan biaya ketersediaan bahan baku. Kemenperin kini memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjamin kelancaran rantai pasok.
“Kami terus mencermati fluktuasi harga bahan baku global yang berdampak pada industri TPT nasional, dengan memperkuat koordinasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku dan kelancaran rantai pasok,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga: Menperin Jamin Stok Pakaian dan Sepatu Melimpah Jelang Lebaran 2026: Industri TPT Tumbuh Stabil
Tekanan Harga Paraxylene dan Petrokimia
Hasil rapat koordinasi pemerintah bersama asosiasi industri mengidentifikasi adanya tekanan signifikan pada harga paraxylene (PX) domestik yang melambung hingga 40 persen. Kenaikan ini mengekor pergerakan harga internasional yang tidak stabil.
Kondisi serupa membayangi pasokan bahan kimia lain seperti monoethylene glycol (MEG), yang ketersediaannya hanya dipastikan aman hingga akhir April ini.
Kenaikan harga tersebut secara otomatis mendongkrak harga kain, produk intermediate, hingga komponen pendukung seperti kemasan plastik.




