Bank Jatim telah melakukan investigasi terhadap sampel data yang dipublikasikan pada forum dark web.
Baca juga: OJK Setujui Merger BPR Harta Swadiri dan Danaputra Sakti guna Perkuat Modal di Jatim
“Hingga saat ini kami tidak menemukan adanya indikasi gangguan terhadap sistem internal Bank Jatim,” ujar pihak Bank Jatim dalam keterangan tertulis di Instagram, Senin (15/6).
Selain membantah adanya serangan siber, pihak manajemen juga memberikan jaminan keamanan bagi seluruh nasabahnya.
Bank Jatim memastikan, data yang beredar di forum peretas itu tidak memiliki korelasi dengan data transaksi nasabah maupun kredensial akses layanan perbankan yang mereka kelola.
Berkoordinasi dengan BSSN untuk Validasi Lanjutan
Bank Jatim kini meningkatkan pengawasan keamanan siber dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Mereka secara aktif berbagi data dan temuan melalui Platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS).
Tujuannya memvalidasi kebenaran informasi serta melacak asal-usul data yang tersebar di forum gelap (dark web).
Baca juga: Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Ayi Subarna Resmi Jabat Direktur Utama
“Karakteristik data yang beredar juga tidak menunjukkan keterkaitan dengan transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan,” tambah pernyataan tersebut.
Bank Jatim berkomitmen untuk terus menjaga keamanan data nasabah sesuai dengan standar tata kelola teknologi informasi perbankan yang berlaku.
Langkah preventif ini mencerminkan keseriusan pihak bank dalam menanggapi ancaman siber yang kian marak menargetkan sektor keuangan nasional. (*)




